Kritik Karya Sastra "Laskar pelangi"
TUGAS III
BAHASA INDONESIA
“Menyusun Kritik
Sastra”
OLEH:
RAFI HADZAL AKRAM
NIS 18.0395
SMA NEGERI 2 KEC.
HARAU (BOARDING SCHOOL)
DINAS PENDIDIKAN
PROVINSI SUMATERA BARAT
2021
MENYUSUN KRITIK
SASTRA
Waktu
Pelaksanaan : 27 Januari 2021
Sumber/Referensi : Buku Paket Kelas XII
Halaman : 200-204
Pada
kutipan novel “laskar Pelangi” penulis dalam bercerita menggunakan alur
maju, sehingga akan menimbulkan rasa penasaran bagi pembacanya setelah membaca
salah satu bab pada novel tersebut. Dalam penggambaran tokoh nya pun, penulis
menyampaikan dengan sedetail-detailnya sehingga pembaca dapat mengimajinasikan
dan seolah-olah melihat langsung bagaimana keadaan tokoh tersebut.
Diksi yang digunakan oleh penulis pun, dapat dipahami
dengan baik oleh pembaca, karena penulis lebih banyak menggunakan Bahasa yang
sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Cerita yang disajikan pun tidak
terkesan “berat” untuk dipahami oleh pembaca, sehingga hal ini dapat menjadi
nilai plus tersendiri bagi novel tersebut.
Nilai dan norma yang coba disampaikan oleh penulis juga
sangat banyak, diantaranya nila agama dan moral sosial. Kedua hal ini sangat
terasa di setiap bagian-bagian peristiwa yang terjadi di dalam novel tersebut.
Penulis juga sangat lihai dalam menyisipkan nilai dan norma di dalam cerita
nya, sehingga secara tak sadar pembaca dapat mengambil pelaharan dari novel
tersebut.
Namun pemilihan diksi yang terkesan biasa-biasa saja atau
sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi kelemahana novel
tersebut, karena bagi pembaca yang memiliki jiwa sastra yang tinggi hal
tersebut akan terkesan monoton dan membosankan. Selain itu, juga terdapat
penggunaan Bahasa yang tak baku yang lupa di beri penjelasan oleh penulis,
sehingga pembaca harus menerka-nerka maksud dari kalimat tersebut.
Waktu kejadian yang tak disebutkan secara gamblang juga
menjadi salah satu nilai minus dari novel ini, penulis tak menyebutkan secara
rinci kapan kejadian didalam novel tersebut terjadi.
Komentar
Posting Komentar