Tugas Bahasa Indonesia "Menyusun Kritik Sastra" Halaman 200

TUGAS 3

BAHASA INDONESIA

 

“Menyusun Kritik Sastra“

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

OLEH:

 

NURI YULIANI

NIS 18.0333

 

 

 

 

 

 

SMA NEGERI 2 KEC. HARAU (BOARDING SCHOOL)

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA BARAT

2021



MENYUSUN KRITIK SASTRA

 

Waktu pelaksanaan                 : 27 Januari 2021-02-22

Sumber/Referensi                    : Buku Paket Kelas XII

Halaman                                  : 195-200

 

Kutipan novel Laskar pelangi pada bab 1: “Sepuluh Murid Baru” karya Andrea Hirata memancing berbagai tanggapan. Bab ini menceritakan tentang penerimaan murid baru disebuah sekolah. Semua murid baru sudah berkumpul di sekolah tetapi mereka hanya berjumlah sembilan orang. Hal ini membuat guru sekolah tersebut resah, jika seandainya muridnya tidak sampai sepuluh maka sekolah akan ditutup.

Penulis sangat pandai berkata-kata dalam menggambaran suasana yang terjadi pada kutipan novel. Mulai dari penggambaran suasana, waktu, dan tempat membuat pembaca seolah-olah ada dalam cerita tersebut. Kita merasakan apa yang tokoh alami. Pilihan kata yang digunakan membuat kita tertarik untuk membacanya. Jika kita menghayati setiap kalimat yang ada dalam kitupan tersebut maka kita akan terharu dibuatnya.

Akan tetapi, kutipan novel Laskar pelangi juga memiliki kelemahan. Ada beberapa istilah yang tidak diketahui maknanya, contoh: tercepuk-cepuk dan kain belacu. Saat kita menemukan kata yang tidak diketahui maknanya akan membuat konsentrasi kita pecah. Hal ini dikarenakan pikiran kita tertuju pada arti kata yang kita temui. Namun jika penulis tetap ingin mengunakan istilah yang tidak familiar sebaiknya diberikan catatan makna dari kata tersebut.

 

 

 

 

 


Komentar