Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau 2019
Oleh : Kelompok V Fisika Kebencanaan
Fisika Kelas C
Sumber:https://www.google.com/searchq=kebakaran+hutan+riau+2019&rlz=1C1GCEA_enID985ID985&sxsrf=AOaemvLNTCOcOsZiM_66qJSY1iFuhDRg:1640607947925&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwiZiM7v_IP1AhV77XMBHf64CgUQ_AUoAnoECAIQBA&biw=1366&bih=657&dpr=1#imgrc=WQ9xqWj6vFL9DM
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan bencana alam yang selalu terjadi setiap tahun nya di Indonesia. Sampai saat ini pemerintah pun belum memiliki solusi yang mumpuni untuk dapat mencegah terjadi nya bencana kebakaran hutan. Kebakaran hutan yang terjadi dapat disebabkan oleh faktor alami seperti sambaran petir atupun karena ulah tangan oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab seperti pembukaan lahan dengan cara pembakaran. Begitu banyak kerugian yang ditimbulkan oleh bencana kebakaran hutan yang terjadi, baik kerugian secara material maupun finansial. Salah satu bencana kebakaran yang menimbulkan kerugian yang sangat besar yakni kebakran hutan dan lahan yang tejadi di provinsi Riau pada tahun 2019.
Berdasarkan hasil penyelidikan, Kabid Humas Polda Riau Pol Sunarto menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2019 telah terjadi kasus kebakaran di provinsi Riau sebanyak 74 kasus, dimana 72 kasus dilakukan secara perorangan dan sisa nya dilakukan oleh korporasi (perusahaan). Dengan banyaknyan kasus karhutla yang terjadi, luas lahan yang dibakar mencapai ±1.687,342 hektar. Kasus karhutla di Riau terjadi pertama kali awal januari 2019, kemudian terus meluas setiap bulan nya dan menimbulkan kasus lainnya di berbagai daerah yang ada di Riau. Kurang lebih ada 11 kabupaten yang terjadi bencana karhutla dengan luas lahan yang berbeda-beda.
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di provinsi Riau sulit dipadamkan karena lahan yang terbakar berada ditanah jenis gambut, dimana pada lahan ini rata – rata terjadi jenis kebakaran bawah (ground fire). Pada jenis kebakaran ini sangat sulit untuk dipadamkan karena api membakar bahan organik di bawah permukaan serasah, api yang menjalar tidak dipengaruhi oleh angin menyebabkan kebakaran ini sangat sulit untuk di kontrol.
Kebakaran lahan gambut yang paling parah terjadi di kota Dumai dan kabupaten Bengkalis. Hingga bulan Agustus 2019 titik panas terus bermunculan, bahkan titik panas tersebut sudah tersebar di 12 kabupaten dan kota di provinsi Riau. Bahkan dalam satu hari saja BMKG mendeteksi adanya pertambahan 150 titik panas di provinsi Riau. Bahkan hingga akhir tahun sudah tercatat kurang lebih 1089 titik api di provinsi Riau.
Puncak dari karhutla yang menimpa daerah Riau terjadi pada bulan September, dimana api sudah sangat sulit di kendalikan. Ditambah dengan kondisi sedang musim kemarau yang menambah kecepatan api dalam berkembang dan semakin membesar. Selain itu dengan banyak nya bahan bakar organik yang tersedia dari lahan gambut menambah faktor penyebab cepat nya laju pertumbuhan dari api. Pepohonan serta vegetasi kering yang ada di hutan yang menghasilkan minyak “khusus” sehingga kobaran api semakin tidak terkendali.
Tim Satgas Karhutla Riau yang terdiri dari gabungan anggota TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, masyarakat setempat serta beberapa perusahaan mengalami kesulitan dalam memadamkan api, sehingga pemadaman juga dilakukan dengana helikopter water boming.
Kondisi kebakaran yang tidak terkendali menimbulkan banyak kerugian serta permasalahan. Kabut asap yang semakin parah menyebabkan jarak pandang hanya berada 200-300 meter. Banyak masyarakat yang terserang berbagai macam penyakit, perekonomian pun nyaris lumpuh total, masyarakat diwajibkan keluar menggunakan masker. Dampak dari kebakaran tersebut tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di daerah Riau, bahkan asap dari kebakaran tersebut menjalar ke provinsi – provinsi tetangga dan juga negara tetangga. Hal ini juga merusak citra Indonesia di kancah internasional.
Sumber:
https://regional.kompas.com/read/2019/08/11/14471951/8-fakta-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-riau-dalam-sepekan?page=all#:~:text=Luas%20kebakaran%20hutan%20dan%20lahan,kebakaran%20meluas%20di%20beberapa%20wilayah.
https://regional.kompas.com/read/2019/12/31/16431501/sepanjang-2019-ada-74-kasus-karhutla-di-riau-81-pelaku-ditangkap?page=all
Anggota:
1.Rifirza De Niro (2110442002)
2. Enrico Franciscus Gultom (2110443032)
3. Agel Syafni Valian (2110443005)
4. Ririn Amelia Putri (2110441015)
5. Keisyah Putri Islami (2110442025)
Komentar
Posting Komentar